Kemarahan Hanya Membawa Penyesalan ~ Download Tips Trik Gratis : Oke Reload™

Kemarahan Hanya Membawa Penyesalan

Download Film, Game PC, Lagu MP3 Indonesia dan Malaysia Jadul dan Terbaru , Software Full Version, Tips dan Trik Gratis

Kemarahan Hanya Membawa Penyesalan


Setiap manusia pasti memiliki sifat marah tanpa terkecuali tapi tidak semua orang bisa mengendalikan kemarahan saat sedang emosi. Biasanya kemarahan yang tidak terkendali hanya akan membawa penyesalan dalam hati pada kemudian hari. Berikut ini salah satu kisah tentang hal itu. Silakan dibaca dan dihayati dengan baik.

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih?

Raka dan Dara duduk di ujung senja itu, sepotong percakapan lewat beratus tawa lepas. Lalu, Dara pun memulai meminta kepastian tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?

Raka : Kamu dong?

Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?

Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan

pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa.

Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak:

"Kamu nggak cinta lagi sama aku!".

Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak:

"Aku menyesal kita menikah. Kamu ternyata bukan tulang rusukku!".

Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya akan apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya. Dia bertekad untuk berpisah.

"Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."

Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Sementara itu, Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Lalu, Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali. Dara tak menunggunya. Lalu, di tengah malam yang sunyi saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.

Suatu hari, akhirnya mereka kembali bertemu di bandara, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak mau saling lepas.

Raka : Apa kabar?

Dara : Baik. Apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?

Raka : Belum.

Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.

Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telepon aku kalau kamu sempat.

Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah. Dara tersenyum manis, lalu berlalu...."Good bye...."

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan dan mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

Pesan Moral dari cerita ini :

Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai dan akibatnya seringkali adalah fatal. Akhirnya yang tertinggal hanya rasa sesal.
Belum Ada Komentar untuk "Kemarahan Hanya Membawa Penyesalan"

Aturan Berkomentar di Blog Ini:

1. Gunakan anonim bila tidak punya akun Google atau blog dan tidak ingin diketahui orang siapa Anda.

2. Gunakan akun Google atau nama dan url blog atau open id jika ingin mendapatkan kunjungan balik.

Back To Top